Text
Tayub Pati dan Ledeknya
Di era globalisasi yang diiringi dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang sangat canggih, dunia kita terasa sangat sempit. Berbagai peristiwa di belahan bumi mana saja, dapat kita saksikan di rumah hanya dalam hitungan detik. Begitu halnya dengan informasi lainnya, tidak luput dari pantauan setiap insan. Akibatnya orang tidak lagi mau perduli dengan budaya daerahnya yang selama ini sudah dianggap ketinggalan dan tidak memiliki daya prestise untuk dibicarakan, dikembangkan, dan dimiliki. Mereka bebas menentukan suatu peradaban yang mereka sukai. Peradaban yang memiliki nilai prestise tersendiri untuk dibicarakan, ditiru, dan dimiliki.
Ironisnya peradaban budaya yang dianggap memiliki nilai lebih adalah budaya yang datangnya dari negara Barat. Mereka tidak peduli sisi negatif dan positifnya. Asal suatu yang muncul dan ngetrend di belahan bumi Eropa, pasti dianggap lebih baik daripada milik sendiri. Cara pandang yang demikian, mengakibatkan budaya sendiri terabaikan, hilang, dan sulit untuk ditemukan karena tidak adanya keinginan untuk mengemas ulang agar bisa tampil sesuai jamannya.
Tidak tersedia versi lain