Text
Pemanggil Air
Aku tiba-tiba jadi memikirkan jari-jarimu juga
yang kurus diremas tipus dan demam berdarah,
amat kurus sehingga membentuk sela-sela yang
lega buat menyusupkan jari-jariku.
Hidup tak selega sela-sela jarimu
Di dalamnya harus berimpit aku, kau
dan banyak orang memperebutkan
kebahagiaan yang langka.
Sedikit ruang buatku untuk menunggu.
Sedikit ruang untuk aku dan secangkir
teh suguhanmu, yang kureguk teguk
demi teguk.
Air gula, katamu, bisa menyerap nyeri perut.
Air teh ini, apakah bisa meredakan rindu yang akut?
(Hlm, 88)
Kumpulan 46 puisi Jamil Massa yang ditulis pada periode awal kepenyairannya (2007-2014). Kumpulan yang merupakan bercak-jejak pergulatan penyair untuk melawan diri yang sok bijak dan sok suci. Puisi adalah wilayah yang profan, pikirnya dalam buku ini, tempat kemampuan olah kata dan teknik berbahasa diasah dan disabetkan, sembari sekali-sekali bicara tentang masa lalu, harapan-harapan, hal-hal sepele yang berusaha diangkat derajatnya, interaksi sosial, konflik ekonomi-politik-budaya, lingkungan hidup, cinta dan ketuhanan.
Tidak tersedia versi lain