Text
Korupsi di Daerah : Kesaksian, Pengalaman dan Pengakuan
Salah satu agenda utama Reformasi politik tahun 1998 adalah pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Kenyataannya, setelah 10 tahun Reformasi berlalu, nyaris tidak ada perubahan budaya masyarakat yang gemar KKN. Pengungkapan kasus-kasus korupsi, utamanya yang dilakukan KPK menunjukkan, bahwa praktik korupsi tetap berlangsung dengan modus operandi yang semakin masif, canggih, dan massal. Lebih dari 500 pejabat dan mantan pejabat seperti; mantan Menteri, Gubernur, anggota DPR, pejabat tinggi negara, Jaksa, Hakim, Polisi, sudah memenuhi ruang-ruang Lembaga Pemasyarakatan di negeri ini.
Itu baru korupsi di Pusat. Bagaimana dengan kondisi Sama saja. Bila di Pusat, korupsi berlangsung hingga ke sudut teratas dari bangunan kekuasaan, di bawah juga hingga ke sudut-sudut paling kecil masyarakat. Buku ini membeberkan, hal ikhwal praktik korupsi di daerah seperti; siapa saja yang melakukan, di mana melakukannya, berapa jumlahnya, serta uang dari mana. Tak pelak bila buku ini akan tampil sebagai pemandu bagi para penegak hukum pemberantas korupsi di yang jumlahnya mencapai 497 Kabupaten/Kota.
Bagi para dosen dan mahasiswa, buku ini memiliki urgensi sebagai refleksi dan potret praktik korupsi dalam masyarakat Indonesia. Bagi para pengamat dan pendukung Otda, buku ini bisa menjadi acuan untuk menyempurnakan model Otonomi Daerah. Bagi para politisi, buku ini bisa menjadi alat untuk mengenali diri, partai, dan masyarakatnya. Bagi para koruptor? Buku ini mengajak, agar sekarang juga berniat mencari jalan pertobatan.
Tidak tersedia versi lain