Text
Sungguh, Doa Memang Ajaib
Ali bin Abi Fazarah bercerita: "Ibuku telah lumpuh selama kurang lebih 20 tahun. Kemudian aku pergi ke rumah Imam Ahmad bin Hanbal agar berkenan mendoakan bagi kesembuhan ibuku. Namun, beliau justru berkata, Kami yang lebih membutuhkan agar kamu mendoakan kami kepada Allah Lalu, aku hendak beranjak pergi, tiba-tiba keluarlah seorang nenek, dan ia berkata kepadaku, 'Aku telah membiarkannya agar ia mendoakan ibumu Lalu, aku pulang ke rumah dan mengetuk pintu. Tiba-tiba ibuku telah dapat
berjalan dengan kedua kakinya. (hlm. 173). Alkisah, ada seseorang yang tidak dikenal melempari batu di kerumunan banyak orang. Lalu, Yusuf al-Qandalawi berdoa, "Ya Allah, potonglah tangannya!" Maka tidak berselang begitu lama, orang tersebut ditangkap karena kasus pencurian. Kemudian ia dihukum dengan dipotong kedua tangannya dan akhirnya
meninggal dunia.(hlm. 205).
Diceritakan pula ada seseorang yang gemar merokok. Pada suatu hari, ia merogoh sakunya untuk mengambil rokok dan ternyata hanya tersisa satu batang. Kemudian ia mengangkat kedua tangannya dan berdoa, "Ya Allah, jadikanlah satu batang rokok ini yang terakhir kali aku hisap." Demi Allah, setelah itu ia tidak lagi merokok, bahkan menjadi benci terhadap rokok.(hlm. 241).
Tidak tersedia versi lain