Text
Biarkan Angin Itu
Ciri utama puisi-puisi Piek Ardijanto Soeprijadi adalah kesederhanaan pengucapannya. Ciri lainnya adalah konsistensinya pada tema alam desa dan lingkungan hidup. Meskipun ia menulis puisi dengan tema yang lebih luas, yang lebih dominan dari puisi-puisinya adalah tema dunia desa
Di samping tema alam desa dan konsistensi penyair dalam dunia sastra, Piek Ardijanto Soeprijadi mengenal dengan baik objek puisi-puisinya. Dari sudut pikiran dan struktur pengucapan, puisi-puisi Piek tidak memberikan kebaruan, tetapi riak-riak kecil dan pikiran-pikiran kecil yang kadang terlupakan membuat suatu sentakan dan kejutan yang membuat puisi-puisinya enak dibaca.
(Korrie Layun Rampan, Media Indonesia, 6 April 1991) Imaji-imaji puitik dalam sajak-sajak Piek terkesan sederhana, tidak muluk-muluk, dan tanpa pretensi bergelap-gelap. Hal ini sejalan dengan pengalaman keseharian yang ingin dituangkannya Sumber penggalian imajinya juga cukup dari hidup keseharian dan gejala-gejala alam. Lima setengah windu malang-melintang dalam jagad persajakan (juga jagat per-geguritan-an). Piek tetap konsisten dalam kesederhanaannya dalam berucap
(Suminto A. Sayuti, Minggu Pagi, Agustus 1995)
Tidak tersedia versi lain