Text
Pendidikan sebagai Basis Penguatan Kerukunan Masyarakat
Dewasa ini seiring dengan perkembangan budaya manusia, globalisasi informasi berkembang dengan pesat dan tidak dapat dibendung. Dampak dari globalisasi informasi ini adalah terjadinya peningkatan politik identitas dunia dan representasi di kalangan hampir seluruh masyarakat dunia, tidak terkecuali Indonesia. Hal ini mampu memberikan momentum kepada gerakan-gerakan sosial politik yang akhirnya dapat memunculkan aksi-aksi radikal dan kekerasan yang tidak berujung.
Aksi-aksi kekerasan yang sering kali mengatasnamakan suatu agama tertentu pada dasarnya merupakan bibit awal yang merusak tatanan kerukunan dan keharmonisan kehidupan umat beragama di Indonesia. Dilihat dari sudut pandang mana pun, aksi kekerasan, dalam hal ini terorisme, adalah kejahatan kemanusiaan yang harus dimusnahkan.
Untuk menanggulangi masalah ini, perlu dilakukan upaya yang sistematis sedini mungkin. Upaya paling efektif untuk mencegah lahirnya sikap radikalisme adalah melalui pendidikan. Pendidikan memiliki peran strategis untuk membentengi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Pendidikan memberikan basic perilaku untuk saling menghormati di antara pluralitas
masyarakat yang ada.
Tidak tersedia versi lain