Text
Ken Arok dan Raden Wijaya, Leluhur Raja-raja Jawa: Menurut Pararaton, Kitab Para Ratu
Cerita tentang Ken Arok dengan kutukan keris Mpu Gandring-nya sangat popular di Indonesia. Buku-buku sejarah tak bosan-bosannya menceritakan kembali kisah ini. Juga panggung drama, opera, sandiwara, dan teater masih terus mempertunjukkan kisah ini dengan berbagai versi. Kita pun taka sing lagi dengan kisah Raden Wijaya melarikan diri ke Madura karena dikejar Raja Jaya Katwang, lalu meminta bantuan kepada Arya Wiraraja, terus berhasil menipu pasukan Mongol, hingga akhir mendirikan kerajaaan sebesar Majapahit.
Nah, dari kitab Pararaton-lah kisah-kisah Ken Angrok (begitu kitab ini menyebutkan namanya) dan Raden Wijaya berasal. Dalam kitab inilah cerita Ken Angrok dan Raden Wijaya pertama kali diabadikan, dan hingga kini kita mengetahuinya. Berbeda dengan Nagarakretagama yang ditulis Mpu Prapanca ketika Raja Hayam Wuruk masih hidup, Pararaton, menurut penulisnya, ditulis pada tahun 1535 Saka (1613 M), yang berarti dua abad setelah masa Raden Wijaya dan tiga abad setelah Ken Angrok wafat. Pararaton secara harfiah bisa diartikan
"Para Ratu yang ditulis dalam bentuk prosa dalam bahasa Jawa-Kawi
Tidak tersedia versi lain