/home/spek2953/public_html/perpustakaan.spensala.my.id/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:692 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name as `gmd`, GROUP_CONCAT(DISTINCT ma.author_name SEPARATOR ' - ') AS author, GROUP_CONCAT(DISTINCT mt.topic SEPARATOR ', ') AS topic, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) group by b.biblio_id order by b.last_update desc limit 50 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Anee Rahman%" ]
Apa yang bisa melebihi kebahagiaan orangtua selain mem punyai anak yang berakhlak mulia. Anak yang ber bakti kepada orangtua, selalu ber sikap sopan santun, mencintai Tuhan dan makh lukNya.
Raja Sayang-sayange mendapat kutukan dari peri. Anak laki-lakinya yangbernama pangeran Sayang akan tumbuh menjadi anak yang tak mengenal kasih sayang. Dia akan tumbuh menjadi anak yang kejam kepada orangtua, adik, pembantu, tumbuhan, hingga binatang. Walaupun begitu, Raja Sayang-sayange dan Ratu Asih tetap menyayangi Pangeran Sayang. Dia tetp diajarkan bagaimana caranya menyayangi sesama mak…
"Saya tidak mau tahu! Si Putri harus ditemukan! Penghuni Annabelle yang bertanggung jawab karena saya melihat terakhir si Putri bermain di sini! Saya hanya beri kalian waktu enam hari! Jika tidak ditemukan juga .." Mrs. Sudira mengangkat alis hitamnya. "... Terpaksa saya akan laporkan kalian ke Polisi," ancamnya sambil menyeringai. Kantili tercenung, tampak berpikir keras. Dia merasa tuduhan…
Peri Biru dinobatkan sebagai peri tercantik oleh raja. Dia dihadiahi gaun yang sangat indah dan mewah. Namun sayang sekali, dengan anugerah itu Peri Biru bersikap sombong. Karena terus saja bersikap sombong, Peri Biru diasingkan oleh raja ke hutan kurcaci. Kata raja, di hutan itu, Peri Biru akan belajar bersikap rendah hati kepada para kurcaci. Berhasilkah niat sang raja? Akankah Peri Bir…
Dea hobi melukis. Tapi sayang sekali, tidak ada eksrakurikuler Seni Lukis di sekolahnya. Bahkan, tidak ada satu pun yang Dea sukai dari sejumlah ekstrakurikuler di sekolahnya. Dea 'terpaksa' masuk ekstrakurikuler TIM SAR CILIK. Suatu hari, bencana alam terjadi di daerah Dea. Dia dan teman-teman TIM SAR CILIK lainnya pun diminta membantu korban bencana alam. Dalam peristiwa itu, Dea mendap…
Hasan Tuharea seorang anak dari Maluku. Dia siswa SMP Nusantara di Jakarta. Sejak kecil, Hasan bercita-cita menjadi polisi. Polisi yang jujur dan berani. Namun, Hasan mengalami peristiwa-peristiwa yang hampir membuatnya ragu menjadi orang jujur. Mulai dari ayahnya yang difitnah korupsi, sampai Hasan sendiri yang difitnah mencontek.
Musmus akan berpesta ulang tahun. Ia ingin teman-temannya jadi panitia pesta. Epan bersedia menjadi pembawa acara. Namun, mendadak Epan harus pergi ke luar kota. Abi dan Dogi tidak bisa menggantikan Epan. Apakah Ucil berani naik ke panggung menjadi pembawa acara?
Ayah dan Ibu Abu mendadak harus pergi ke rumah nenek. Abi tidak bisa ikut karena sedang ujian. Abi pun sendirian di rumah. Untungnya, makanan untuk sarapan sudah disediakan Ibu. Namun, Ibu lupa menyediakan makan siang. Kriuuuuk, mana perut Abi lapar, nih! Lalu, apa yang yang Abi lakukan, ya?
Abi senang sekali. Minggu ini Ia akan berkemah bersama teman-temannya di sekolah. Penjelajahan ialah acara seru yang paling ditunggu Abi saat kemah Pramuka. Kali ini, Abi menjadi ketua kelompok. Musmus juga. Saat menyeberang jembatan, Abi membantu anggota kelompoknya. Sementara Musmus meninggalkan kelompoknya. Ups, Musmus terperosok! Bagaimana akhirnya, ya?
Kinanti terpillih menjadi utusan Paskibraka dari provinsinya. Dia pun harus mengikuti karantina peserta Paskibraka di Jakarta. Di tempat karantina, Kinanti bertemu banyak anak dari berbagai provinsi. Mereka memiliki banyak perbedaan. Perbedaan adat istiadat, perbedaan agama, perbedaan tingkat sosial, dan lain-lain. Dengan jiwa "Cinta Damai" yang dimiliki Kinanti, semua perbedaan itu bukan…
Orang tua Dogi dan Musmus sama-sama kaya. Namun, Dogi terbiasa hidup sederhana, sedangkan Musmus bermewah-mewahan. Suatu hari, orangtua Dogi dan Musmus jatuh miskin. Bagaimana sikap Dogi dan Musmus?
Abi dan teman-temannya ikut merayakan Hari Kemerdekaan RI. Mereka ikut berbagai pertandingan dan perlombaan.Semua menjadi peserta. Hanya Musmus yang menjadi juri. Juri balap makan kerupuk. Wah, apakah Juri Musmus bisa menjadi juri yang adil?
Abi dan teman-temannya akan berkunjung ke Museum Geologi. Namun, di perjalanan, mereka terjebak kemacetan. Semuanya mengeluh, bahkan menangis. Aha, Bu Guru dan Abi punya rencana kreatif! Apakah itu?
Tiga teman baru datang. Panpan dari Cina, Ruru dari Australia, dan Tata dari Arab Saudi. Mereka ingin belajar angklung, sepak takraw, dan membatik. Dengan semangat, Abi dan teman-temannya mengajak mereka belajar. Panpan, Ruru, dan Tata senang bisa belajar budaya Indonesia.
Abi senang diajak Ayah ke Teras Cikapundung. Di sana, Abi bermain di taman dan bermain arung jeram. Pulang dari sana, Abi punya rencana besar untuk sungai di dekat rumahnya. Hm, rencana apa ya?
ucil diajak ayah dan ibu ke kampung kancil, Di sana meraka akan ikut memilih kepala kampung, pemilihan dimulai, si kancil gemuk membujuk ucil agar memilih ayahnya menjadi kepala kampung. ia berjanji akan memberi ucil dua bola. hmm apakah ucil mau?
Abi, Epan, Dogi, Ucil, dan Musmus bersahabat. Tapi, gara-gara balon, Epan, Ucil, dan Musmus jadi bertengkar. Abi dan Dogi pun melerai. Apakah mereka bisa bermain bersama lagi?
Abi dan Dogi membuat perpustakaan. Mereka senang buku dan gemar membaca. Mereka pun mengajak teman-temannya ikut membaca. Namun, Musmus dan Cicil lebih suka main game daripada membaca. Ups, bagaimana akhir kisahnya, ya?
Abi pulang dari Bandung. Ia bercerita tentang Saung Angklung Udjo. Teman-teman Abi ingin tahu apa saja yang dilakukan Abi di sana. Mereka pun meminta Abi mengajarkan cara bermain angklung. Ah, senangnya belajar hal-hal baru setiap hari.
Abi punya sepeda baru. Tapi belum dicat. Abi meminta pendapat teman-temannya tentang warna cat. Namun, mereka malah berdebat, Yang satu melecehkan pendapat yang lain. O ow! Bagaimana, dong? Abi tidak mau mereka berbuat begitu. Apa yang dilakukan ABi?
Sebentar lagi akan ada Festival Layang-Layang! Abi dan teman-temannya ikut serta. Layang-layang Dogi sederhana. Ucil dan Musmus mengejek layang-layang Dogi. Namun, Dogi tetap bangga bisa belajar membuat layang-layang bersama Ayah. Siapakah yang menjadi juara pada festival itu?
abi dan teman-temannya bingung mau bermain apa. siang itu panas tak terkira. abi punya ide membuat rumah pohon. esok harinya, mereka pun bekerja sama membuatnya. saat hampir selesai, tiba-tiba angin kencang merubuhkan rumah pohon mereka. Hm, apakah mereka akan menyerah.?
"Epan senang sekali karena Ibu libur. Epan pun mengajak Ayah dan Ibu naik gunung. Sebelum pergi, Abi menelepon dari Amerika. Abi rindu Indonesia, tanah airnya. Epan memberi tahu Abi bahwa ia akan naik Gunung Ciremai. Apa yang Epan dapatkan di puncak Gunung Ciremai?
Liburan kali ini , Abi pergi ke rumah nenek koki. Di perjalanan, Abi melihat gunung, sungai, dan pelangi. Wow, indah sekali ciptaan Tuhan. Abi bersyukur kepada Tuhan. Abi pun berdoa kepada-Nya. O iya, sebelum pergi, Abi berdoa supaya tidak mabuk perjalanan.
"Raja Abi sangat disiplin. Ia selalu taat pada aturan. Ia pun ingin semua prajuritnya disiplin. Prajurit Ucil dan Prajurit Musmus tidak disiplin mandi dan gosok gigi. Supaya mereka berubah, sang raja pun mengadakan lomba.